Protected: Wood Majesty (1/2)

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Advertisements

US (P2)

by Ttaemyeon

(2)

cats

The New Comer(s)

(The Almost-Forgotten Prince ‘Choi Siwon’ and The Girl Who-Has-Everything ‘Woo Se-Hyun’)

Part sebelumnya…

Setelah perdebatan panjang, kasus absurdku dan Cho KyuHyun menemukan sebuah jalan keluar. Aku akan mengganti passwordku kembali—karena aku sadar aku terlalu kekanakan untuk yang ini. Dan aku akan tetap ke Nowon tapi dengan siluman Cho KyuHyun yang menjadi supirku—untuk yang ini aku agak menyesal karena aku selalu kalah dengannya. Tapi lumayan, aku dapat teman ngobrol selama perjalanan ke Nowon. Plus, gratis uang makan dan bensin, tidak perlu capai-capai menyetir selama empat jam, dan—ini agak memalukan sebenarnya—aku bisa tenang karena Cho KyuHyun tidak mungkin bertemu dengan Woo Se-Hyun tanpa sepengetahuanku.

Oh. Dan mengapa si siluman itu belum kembali juga?

Tadi dia bertemu seorang relasi bisnisnya dan dia mengobrol di luar karena dia bilang dia butuh privasi. Cish, aku merasa seperti orang asing saja…

Tet. Tet. Tet.

Bunyi apa itu? Ponsel KyuHyun? Ya Tuhan, dia benar-benar membosankan. Bukankah dia punya selera musik yang bagus? Kenapa si siluman itu tidak menggunakan Beethoven atau Mozart saja untuk ringtone-nya.

Kami terbiasa melihat ponsel satu sama lain. Maka aku meraih ponselnya dan membuka pesan yang masuk.

From: Yi-Sang Joo

Cho KyuHyun sajangnim, saya sudah mendapatkan data pribadi Woo Se-Hyun. Lengkapnya sudah saya kirimkan ke email anda.

Yang barusan adalah Park Yung-Gu. KyuHyun sebenarnya tidak berniat berbincang sebanyak itu, hanya saja dia bingung harus mengakhiri perbincangan dengan bagaimana. Syukur saja sebuah panggilan telepon untuk Park Yung-Gu menginterupsi mereka, sehingga KyuHyun bisa permisi untuk pergi.

Dan sekembalinya ia, meja sudah kosong.

KyuHyun berpikir kalau Han Se-Byul sedang ke toilet sehingga ia kembali duduk. Memecah bosan—pria itu menatap pemandangan diluar. Restoran ini, Restoran yang terdapat di lantai tiga hotel four seasons. Harga yang tidak normal untuk per-mangkuk makanannya jelas terbayar oleh privasi, pelayanan, dan pemandangan yang dia dapat.

Jogiyo, apakah anda Cho KyuHyun?” seorang pelayan menghampirinya. KyuHyun mengangguk.

Pelayan itu kemudian menyodorkan sebuah ponsel. Ponsel miliknya. “Nona Han Se-Byul menitipkan ini untuk anda, tuan.”

KyuHyun mengernyitkan dahinya. “Dia… sudah pergi dari sini?”

“Ya. Sekitar lima belas menit yang lalu. Ada lagi yang bisa dibantu?”

KyuHyun tertegun. “Apakah dia meninggalkan pesan?”

Pelayan itu menggeleng. “Ada pesanan lain lagi?”

KyuHyun mengucapkan ‘tidak’ dan pelayan itu pun minta permisi dengan sopan.

Cho KyuHyun meninggalkan restoran itu dengan ponsel yang tertempel di telinganya. Berkali-kali dan tidak ada jawaban. Tentu saja ia menyambungkan teleponnya pada Han Se-Byul. Selalu saja operator yang meracau di balik sana, panggilan anda sedang dialihkan.

Setelah percobaan yang kelima, dia menyerah. Han Se-Byul tentu saja tidak semena-mena pergi duluan seperti ini. Setidaknya, dalam keadaan normal, dia akan meninggalkan notes kecil pada pelayan. Jelas, telah terjadi apa-apa disini.

Continue reading

US (P1)

by Ttaemyeon

(1)

And now, its not only about us

“Apa lagi?!”

Cho KyuHyun berdiri di hadapanku. Badannya yang bulat tanpa packs itu menghalangi pandanganku ke arah televisi yang sedang menayangkan drama kesukaanku—You who came from the stars. Dia bahkan tidak memiliki sepersekian ketampanan dan karisma seorang Kim Soo-Hyun, dan dengan segala kualifikasi itu dia berani-beraninya menghalangi arah pandangku ke arah Kim Soo-Hyun.

Belum lagi, tadi dia baru saja mengeksploitasiku dengan memaksaku memasakan makan malam untuknya.

Pria ini benar-benar…

Continue reading

US (Teaser)

by Ttaemyeon

TEASER

Terdengar suara klik samar menandakan bahwa telah masuk seseorang ke dalam apartemen. Han Se-Byul mendengus, tanpa melihat pun dia sudah tahu siapa yang telah memasuki apartemennya. Hanya ada satu dan satu-satunya pria kurang ajar yang tahu pin apartemennya dan tanpa tahu malu bertandang di kediaman seorang gadis pukul sebelas malam—Cho KyuHyun.

Terdengar derap langkah besar-besar yang mendekat ke arahnya. Sebelum kemudian pria itu tahu-tahu dalam beberapa detik sudah berada di hadapannya yang tengah membaca majalah. Se-Byul melirik kaus kaki kekecilan bermotif garis-garis yang dipakainya. Dia mengenali kaus kaki itu sebagai miliknya.

Cish—pria yang sangat kekanakan.

Continue reading